Arabica, Robusta dan Budaya

Arabica, Robusta dan Budaya

Disaat saat saya menghadiri acara kumpul keluarga, dan tuan rumah mulai menyuguhkan kopi, sering terdengar kata-kata seperti: “‘terimakasih, saya tidak minum kopi takut jantung saya berdebar kencang atau takut ga bisa tidur”. Disaat lain, ketika seorang kerabat keluarga dengan bangganya memamerkan dan menyajikan kopi Arabika kualitas ekspor oleh-oleh abangnya, kerabat lain yang yang mencicipinya berkomentar: “iiih…kopi kok asem siih…aku ga suka..”

Saya yakin percakapan seperti itu tidak terjadi di keluarga besar saya saja tapi bisa juga terjadi di keluarga keluarga lain. Namun bedanya sekaligus ironisnya, keluarga besar saya berasal dari Gayo, Aceh Tengah – Bener Meriah, suatu daerah penghasil kopi Arabika terbesar di Indonesia.